Pada jaman dulu awalnya sepatu hak
tinggi di gunakan oleh tentara pasukan penunggang kuda Persia, seperti
yang di ungkapkan oleh Elizabeth Semmelhack, dari Museum Sepatu Bata,
Toronto, Kanada, “karena Saat tentara berdiri di sanggurdi atau pijakan
menunggang kuda, alas kaki itu (sepatu berhak) membantunya mengamankan
posisi, sehingga ia bisa memanah dengan lebih efektif.
Pada akhir abad ke-16, Raja Persia, Syah
Abbas memiliki pasukan kavaleri terbesar di dunia kemudian mengirimkan
misi diplomatik ke Eropa, ke Rusia, Jerman, dan Spanyol. Ia tertarik
untuk menjalin hubungan dengan penguasa di Eropa Barat. Untuk
membantunya mengalahkan musuh besar mereka: Kekaisaran Ottoman
Dan sejak itulah para aristokrat latah
yang saat itu merasa, sepasang sepatu berhak bisa meningkatkan
penampilan mereka Lebih maskulin dan jantan. Ketika sepatu behak tinggi
di gunakan oleh kalangan bawah, Maka para bangsawan mempertinggi hak
sepatu mereka yang merupakan cikal bakal heigh heels.
Sepatu hak tinggi Juga di gunakan Raja
Prancis Louis XIV, Louis XIV gemar memakai sepatu berhak tinggi bewarna
merah, Sejak itu juga tren sepatu hak tinggi di gunakan pria tambah luas
di wilayah eropa, hal tersebut terbukti ketika penobatan Charles II of
England pada 1661 menggambarkannya menggunakan sepasang sepatu merah
berhak tinggi, bergaya Prancis.
Namun sejak tahun 1740 an pria yang
menggunakan sepatu hak tinggi mulai di pandang konyol dan para pria
sudah mulai tidak memakai sepatu hak tinggi lagi.
Siapa yang tidak kenal dengan sepatu
High Heels?Pasti diantara Anda para wanita pasti ada yang suka
memakainya agar terlihat lebih tinggi, memperidah bentuk betis dan
penampilan Anda. Tapi taukan Anda dengan perkembangan High Heels dari
zaman dahulju sampai saat ini?
Mesir, sepatu hak tinggi digunakan oleh
para tukang jagal hewan. Mereka menggunakannya agar kaki mereka tak
kotor terkena darah dan kotoran lain sisa jagalnya.
Dikenal dengan nama chopines, Heels yang
menjadi tren di negara Turki, Italia dan Spanyol ini memiliki tinggi
5-36 inci, semakin tinggi Heel s yang di apakai semakin tinggi pula
status sosialnya di masyarakat.
Di akhir abad ini, seorang putri
bangsawan bernama Catherine de Medici yang baru menginjak usia 14 tahun
ingin terlihat lebih tinggi dan anggun saat dijodohkan dengan penguasa
tanah of Orleans (yang pada akhirnya menjadi raja Prancis). Karena
itulah ia menggunakan sepatu dengan Heels setinggi 5cm. Catherine pun
tampil mempesona dan menjadi pusat perhatian para tamu di pesta
pernikahan tersebut. Semenjak itulah, sepatu high heels menjadi semakin
populer dan konon kabarnya, inilah saatnya dimana sepatu high heels
dianggap lahir ke dunia fashion.
Raja Louis XIV menggunakan sepatu
bertumit tinggi berwarna, raja yang bernama asli Regina George dan
termasuk salah satu raja yang memandang orang lain lebih rendah daripada
dirinya. Dalam kepemimpinannya, hanya orang-orang yang memiliki
kekuasaan, anak buahnya, dan orang yang duduk di kursi monarki saja yang
diijinkan memakai sepatu hak ini. Sepatu ini dilambangkan sebagai
simbol kekuasaan dan kekayaan.
Di tahun-tahun ini Heels meredup karena
larangan Napoleon dan eksekusi mati Maria Antoinette yang bersikukuh
memakai sepatu dengan Heels. Tapi tidak ada yang tau pasti mengapa
Napoleon melarang pemakaian Heels ini.
SEPATU HAK TINGGI BERAWAL DARI PELINDUNG LUMPUR
Seiring perkembangan mesin, desain dan teknik pembuatannya, sepatu High Heels kembali menggeliat. Era heels modern dimulai oleh Roger Vivier yang bekerja untuk Christian Dior yang mendesain heels stilleto tinggi di pertengahan tahun 1950-an. Pada periode ini chopines kembali populer. Bagaimana tidak, sepatu hak tinggi yang digunakan supermodel saat ini justru membawa celaka. Stiletto tinggi dan tipis, platform tebal namun tidak utuh memang terlihat unik dan mengesankan. Sepatu hak tinggi kini nyaris tak pernah absen menghiasi kaki selebriti wanita Hollywood, lokal maupun masyarakat biasa. Kebutuhan akan tampil gaya dan penunjang kepercayaan diri, membuat high heels tetap di gandrungi hingga saat ini.
Seiring perkembangan mesin, desain dan teknik pembuatannya, sepatu High Heels kembali menggeliat. Era heels modern dimulai oleh Roger Vivier yang bekerja untuk Christian Dior yang mendesain heels stilleto tinggi di pertengahan tahun 1950-an. Pada periode ini chopines kembali populer. Bagaimana tidak, sepatu hak tinggi yang digunakan supermodel saat ini justru membawa celaka. Stiletto tinggi dan tipis, platform tebal namun tidak utuh memang terlihat unik dan mengesankan. Sepatu hak tinggi kini nyaris tak pernah absen menghiasi kaki selebriti wanita Hollywood, lokal maupun masyarakat biasa. Kebutuhan akan tampil gaya dan penunjang kepercayaan diri, membuat high heels tetap di gandrungi hingga saat ini.
Penampilan merupakan hal utama bagi
sebagian perempuan. Tak sedikit yang berpikir, penampilan akan
menentukan daya tarik seseorang. Terlebih untuk kaum perempuan yang
memperhatikan penampilan dari ujung rambut hingga ujung kaki, termasuk
aksesoris yang digunakan. Salah satunya penunjang penampilan sepatu
berhak tinggi atau yang lebih dikenal dengan nama high heels. Siapa
sangka sepatu penunjang penamplan itu berawal sebagai pelindung lumpur.
Menurut sejarah, sepatu dengan hak
tinggi itu sudah dibuat pada abad IV SM di Turki yang dikenal dengan
sebutan chopine yang beralas datar. Penggunaan chopine ini tergantung
keperluan, semakin tebal lumpur dijalan maka semakin tinggi sol sepatu
yang dipergunakan.
Sekitar tahun 1600, Chopine di Venesia
mengalami perkembangan dengan meninggalkan bentuk yang kaku. Rendah
dibagian depan dan tinggi dibagian tumit. Meski mulai bergeser menjadi
sedikit berbau fashion tetapi masih bertujuan untuk melindungi ujung
pakaian mereka dari air yang tergenang di jalan.
Seiring berjalannya waktu, high heels
mengalami modifikasi yang cenderung bergeser mengarah kepada fashion.
Seperti perkembangan pada tahun 1950-an dikenal dengan model Stiletto
yang memiliki ukuran hak 10 cm (4 Inch) dengan ujung hak yang kecil.
Silih berganti model dari kotak
(blok)pada tahun 1970-an hingga akhir tahun 1980-an, pada tahun 1990-an
dengan model runcing (tappered) lantas kembali muncul model yang lebih
tipis seperti belati (Stiletto) pada tahun 2000-an hingga sekarang.
Pemikiran tentang high heels pun terus
berubah. Perempuan yang menggunakan high heels cenderung dianggap
anggun. Bahkan semakin tinggi high heels maka semakin anggun perempuan
yang menggunakannya. Ada juga yang mengatakan menggunakan high heels
akan meningkatkan gairah seksual bagi perempuan.
Seperti yang dikemukakan ahli urologi
eropa, DR. Maria Cerruto, dia mengatakan studi yang dilakukan terhadap
66 orang. Dia menemukan 50 orang yang tumit pada kakinya berada 15
derajat dari tanah atau sekitar 2 inci akan mempengaruhi otot pelviks.
Otot pelviks merupakan komponen penting
bagi tubuh wanita karena akan berpengaruh terhadap kemampuan seksual dan
kepuasan ketika berhubungan intim. Jika terjadi masalah pada otot
pelviks maka dianjurkan menggunakan high heels. Tidak salah jika
kemudian muncul anggapan pemikiran tentang kemampuan high heel
menciptakan keanggunan serta meningkatkan kemampuan seksual.
Terdapat pula efek negatif dari
pemakaian high heels seperti yang dikutip dari situs BBC. Berdasarkan
hasil penelitian, sebagian besar wanita yang menggunakan high heels akan
berisiko cedera peradangan sendi terutama pada sendi lutut dan panggul
(Ostehoeatrithis), terlebih apabila high heels digunakan pada saat
berdansa.
Sebuah studi yang diterbitkan pada
jurnal epidemilogi dan komunitas kesehatan, Oxford Brokes University
menyatakan, 2% dari dari populasi yang berusia diatas 55 tahun akan
terkena penyakit kepala parah yang diakibatkan cedera sendi lutut dan
panggul. Kondisi akan lebih parah jika berusia diatas 65 tahun.
Namun demikian, pro kontra apakah hig
heels berbahaya bagi kesehatan atau tidak semua tergantung pada si
pemakai. Namun, akan lebih bijak jika memperhatikan kecermatan pada
pemakaian high heels. Tidak tepat juga jika Anda selalu menggunakannya
dalam setiap kesempatan. Tampil modis penting, namun jangan lupa dengan
kesehatan.
Jika anda Ingin Belanja Sepatu High Heels Yang Kualitasnya Terbaik dan Harga Terjangkau, Serta GRATIS PENGIRIMAN Silahkan Langsu Menuju BETA SEPATU


Posting Komentar